Kalau ada pepatah yang bilang 'wanita itu makhluk yang sulit dimengerti' pasti yang bikin pepatah itu seorang lelaki 'ngga peka'. Karena lelaki yang 'peka' akan bikin pepatah kayak gini 'karena wanita ingin dimengerti'.
Well, ngga tau pepatah mana yang benar tapi kenyataannya memang yang banyak terjadi ya kondisi seperti itu. Disaat wanita ingin dimengerti, lelakinya ngga ngerti ngerti dan akhirnya ngeluhlah si lelaki kalau wanita itu sulit dimengerti. Artinyaa makin kesini makin sulit juga ditemukan lelaki yang peka.
Peka itu gimana? Pernah liat iklan IM3 yang baru baru ini keluar? Si lelaki alay yang selalu update status dengan foto 'kode'an nya buat wanita pujaan hati. Mulai dari jus, sate, bakso dll. Hasilnya ternyata si wanita ngga peka ngirain itu update status karena pengennya makan ini itu -,-
Salah seorang sahabat cowo saya pernah ngomong gini "Saat kamu pengen nasgor dan udah ngasih kode pengen minta beliin tapi si doi ngga ngerti juga, itu ngga peka. Kalau si doi peka, saat kamu bilang laper aja biasanya langsung refleks nyariin makan atau nemenin makan". Itu temen cowo saya loh yang ngomong. Intinya mungkin mereka ngerti teori, tapi ngga begitu paham buat praktekin.
Dibalik itu semua, yang ngga kalah penting adalah sifat wanita yang selalu main 'kode'. Dari beberapa pengamatan kecil kecilan wanita itu ngga pernah ngomong langsung keinginan mereka saat itu apa. Alasannya, takut ngerepotin, takut kecewa kalau ternyata keinginannya ngga bisa dikabulkan, gengsi, malu malu kucing, bla bla bla bla. Yah gitu lah wanita, pertimbangannya banyak. Imajinasi pikirannya jauh, saking jauhnya mungkin sampai bikin si lelaki itu jadi males mikir dan pilih jalan pintas. Kalau ngga ribet mikir bukan wanita kelesss.
Garis besarnya aja nih ya, 'kode' itu hanya salah satu cara bagaimana wanita ingin tahu sedalam apa si lelaki mengerti dan kenal mereka. Busetttt agak dramatisir hehehe. Ngga munafik lah ya, mau laki atau bini kalau ada orang yang mengerti kamu dan keinginan tanpa kamu kasih tau apa pasti seneng kaan?
Bukaaan, bukan berarti harus jadi dukun atau mentalist biar bisa baca pikiran buat jadi orang yang peka. Cukup lebih memperhatikan hal hal kecil yang biasanya suka dianggap sepele.
Happy itu sederhana kok. Bikin quality time untuk sekedar ngobrol dan ngga ngebahas hal yang ngga disukai itu udah happy. Pulang ke rumah atau kosan liat doi udah nunggu di depan rumah itu udah happy. Setiap sms langsung dibales itu udah happy.
'Karena Siapapun Ingin Dimengerti. Lantas Siapa Yang Akan Memulai Untuk Belajar Mengerti?' Ask yourself :))
Jumat, 24 Januari 2014
Tak Lagi Sama - NOAH
Cerita ini tak lagi samaMeski hatimu selalu di siniMengertilah bahwa ku tak berubahLihat aku dari sisi yang lain
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan aku
Waktu yang telah kita laluiBuatmu jadi lebih berartiLuluhkan kerasnya dinding hatiEngkaulah satu yang aku cari
Bersandar padaku, rasakan hatikuBersandar padaku ooh
Dan diriku bukanlah aku tanpa kamu tuk memelukkuKau melengkapiku, kau sempurnakan akuDan diriku bukanlah aku tanpa kamu menemanikuKau menenangkanku, kau melegakan aku
NB: Lagu iniii, bikin aku jatuh cinta dari pertama kali denger. Mungkin liriknya ngga se'wah' lirik lirik lagu romantis lainnya. Tapi kalau saat pertama denger dan liriknya ngena dengan suasana hati saat itu, saya yakin lagu romantis lainnya lewat. Meltiiiiiiing huaaaa :'(((
NB: Lagu iniii, bikin aku jatuh cinta dari pertama kali denger. Mungkin liriknya ngga se'wah' lirik lirik lagu romantis lainnya. Tapi kalau saat pertama denger dan liriknya ngena dengan suasana hati saat itu, saya yakin lagu romantis lainnya lewat. Meltiiiiiiing huaaaa :'(((
Jumat, 03 Januari 2014
Fakta Wanita #1
Wanita itu kalau ngga mellow berarti bukan wanita pada umumnya. Wanita itu kalau ngga suka diromantisin berarti juga bukan wanita pada umumnya. Walaupuuun sebenarnya ngga ada kondisi yang bisa membuat mellow, atau ngga ada yang meromantiskan, kadang wanita itu suka mengkondisikan sendiri. Hal paling simpel adalah saat wanita denger lagu yang musiknya 'agak mendayu - dayu'. Imajinasinya langsung bermain bebas, peresapan makna dari tiap liriknya daleeem banget, singkat cerita sih bisa kena sindrom 'galau mendadak'.
Dari pengamatan ke beberapa temen nih (khususnya yang mengaku dirinya wanita), ada salah satu lagu romantis yang setiap diputerin langsung bikin sindrom galau mendadaknya tadi kumat lagi. Bener atau ngga, percaya atau ngga, yang penting pahami aja dulu liriknya kali yaa. Monggo..
Marry Your Daughter - Brian McKnight
Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
She's been here every step
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
Dari pengamatan ke beberapa temen nih (khususnya yang mengaku dirinya wanita), ada salah satu lagu romantis yang setiap diputerin langsung bikin sindrom galau mendadaknya tadi kumat lagi. Bener atau ngga, percaya atau ngga, yang penting pahami aja dulu liriknya kali yaa. Monggo..
Marry Your Daughter - Brian McKnight
Sir, I'm a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I'm going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She's my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I'm hoping that I...
Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
She's been here every step
Since the day that we met
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don't you ever worry about me ever treating her bad
I've got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And 'til death do us part
There's no doubt in my mind
It's time
I'm ready to start
I swear to you with all of my heart...
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
The first time I saw her
I swear I knew that I'd say I do
I'm gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me 'till the day that I die
I'm gonna marry your princess
And make her my queen
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
I can't wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
Minggu, 29 Desember 2013
Hongkong, I Love You!!
Tahun keempat, tahun terakhir, angkatan tertinggi. Kedengarannya kayak tua banget dan ngga mengasikkan banget ya? Saya juga dulunya mikir "ih males yaa udah tahun terakhir pasti kelasnya berat semua, ngebosenin, ngga asik, ngga bisa santai, ngga bisa seru seruan". Tapi mungkin pikiran seperti sudah diantisipasi dulu sama dosen dosen kita, karena kampus memberikan kebijakan di salah satu blok dengan nama BLOK ELEKTIF. Katanya kakak kakak angkatan sih blok elektif ini blok yang paling ditunggu tunggu anak KG UMY, bloknya liburan dan santai. Yakaleee setelah blok elektif berakhir kita digempur lagi sama materi dan jadwal skills lab yang padat merayap. Katanyaaaaaa...
Oke, saya cukup penasaran dengan blok satu ini yang jadi 'blok surga'. Seenak apa sih sebenernya?
Blok Elektif KG ini adalah blok dimana mahasiswanya dapat memilih bahan kuliah yang dia inginkan (akhirnya punya hak untuk memilih juga). Ada beberapa pilihan, yaitu elective study ke Hongkong University di Hongkong, Thammasat University di Thailand, Tokushima University di Jepang, Ladokgi di Jakarta dan Hipnotherapy di Jogja. Sedikit membingungkan, karena sebenernya semua pilihan menggiurkan. Tapi akhirnya dengan berbagai pertimbangan, keputusan saya jatuh pada pilihan elective study ke Hongkong University.
Tepatnya tanggal 17 Oktober 2013 sore kita ber-15 anak berangkat. Naik pesawat A*R asia kita terbang dan transit di Kuala Lumpur Malaysia. Besok paginya baru kita melanjutkan perjalanan lagi menuju Hongkong. Tiba di Hongkong jam satu siang waktu setempat, kita mulai terpesona dengan kota metropolitan asia ini. Agak kampungan sih, karena sepanjang perjalanan dari bandara menuju flat kita kerjaannya foto foto pemandangan dan bergumam 'wooow'.
Hongkong was exactly different with Indonesia. No traffic, no air pollution, no cadger. Everything's run well. Hongkong sangat disiplin, disiplin waktu dan disiplin peraturan. Dari hal paling kecil aja udah keliatan banget bedanya. Masyarakat disana kalau ingin menyebrang jalan ya bener bener di zebra cross atau jembatan penyebrangan, dan nyebrangnya juga nunggu lampu hijau buat pejalan kaki nyala. Kalau masih merah ya ngga berani nyebrang.
Belum lagi kalau antri, ya masyarakatnya bener bener antri bikin barisan panjang. Ngga ada tuh yang ngumpul di tengah terus rebutan duluan. Ahh teratur banget. Dan satu lagi, selama di Hongkong saya amat sangat jarang sekali melihat motor seliweran di jalan bahkan hampir ngga ada kayaknya (kecuali motor delivery makanan). Makanya disini ngga pernah ada macet.
Selama kurang lebih 2 mingguan disana, saya harus mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan dari pihak kampus Hongkong University. Kebetulan saya kebagiannya di depertamen periodontologi.
Ada seru ada ngga nya sih. Serunya ya saya punya pengalaman baru gimana rasanya nyicip jadi mahasiswa disana yang di tahun kedua sudah boleh 'megang' pasien. Yaa walaupun disana juga kita tetep hanya boleh liat doang. Kita juga kenalan sama supervisor yang keren abis yaitu Dr Dominic Ho (sayang ngga punya foto beliau) si pakarnya bidang Periodontologi di HKU. Ngga enaknya? Capeeeek. Sumpah, capek. Dengan jadwal yang kebanyakan observasi di klinik, kita ngga bisa dengan mudah duduk santai. Berdiri all day long. Ngga tau deh ini kaki dapet kekuatan darimana jadi bisa kuat banget berdiri berjam jam nonstop tanpa makan minum. Dari jadwal yang mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore, kita hanya punya waktu istirahat dari jam 12 - jam 2 siang. Ontime ya, no ngaret ngaret ala orang Indonesia. Blom lagi perjalanan pulang perginya yang kurang lebih sejam, dan blom tentu juga di bus kita dapet kursi. So, perjuangan perjuangan banget lah dengan stamina selama disana.
Alhamdulillahnya, kita sih lumayan kerasan ya disana. Kerasan jalan jalannya sih, hahahaha. Tapi salah satu faktor yang bikin kita kerasan disana adalah karena kita punya mama angkat! hahaha. She's Marianb Curilan Sun, asli Philipine yang sekarang menetap di Hongkong dan kerja sebagai professional assistant di Prince Phillip Dental Hospital (PPDH). Ngga ngerti deh beliau ini semacam malaikat yang dikirimkan Allah untuk kita anak anak ingusan di Hongkong hahaha. Karena 'our mommy' ini baiknya luar biasa. Beliau non muslim, tapi pedulinya dengan kita tinggi banget. Beliau yang mencarikan kita makanan muslim yang amat sangat susah dicari karena kebanyakan disana makannya (ups sorry) B2. Beliau yang nunjukin bahkan nganterin kita belanja oleh - oleh ke pasar yang murah dan kualitasnya oke. Beliau yang di hari pertama ketemu langsung nganterin kita pulang sampai ke shuttle bus deket flat. Dan beliau yang nraktir kita semua makan di hari terakhir kita di (PPDH). How lucky we are!!
Hampir 3 minggu disana waktunya ngga berasa. Tiba tiba udah mau pulang aja. And a little bit sad when we had to back home. Rasanya kayak kurang aja waktunya disana, masih pengen mendalami lagi belajar disana. Masih pengen jalan jalan lagi ke tempat yang belum kita datengin. Masih pengen cari kenalan yang banyak lagi. Yaah pokoknya masih pengen lebih lebih dan lebih lagi kayak sifat manusia yang ngga pernah puas. Yang pasti, bangga dan senang banget bisa dapet pengalaman ke negeri orang yang ngga hanya sekedar 'liburan' tapi juga belajar, dan ngga semua orang bisa dengan mudah punya kesempatan itu.
Semoga pulang lagi ke Indonesia membawa motivasi baru untuk pengabdian profesi yang akan datang dan ilmu/pengalaman yang kita dapet jauh jauh darisana ngga menguap gitu aja dibawa angin. Semangat!!
Oke, saya cukup penasaran dengan blok satu ini yang jadi 'blok surga'. Seenak apa sih sebenernya?
Blok Elektif KG ini adalah blok dimana mahasiswanya dapat memilih bahan kuliah yang dia inginkan (akhirnya punya hak untuk memilih juga). Ada beberapa pilihan, yaitu elective study ke Hongkong University di Hongkong, Thammasat University di Thailand, Tokushima University di Jepang, Ladokgi di Jakarta dan Hipnotherapy di Jogja. Sedikit membingungkan, karena sebenernya semua pilihan menggiurkan. Tapi akhirnya dengan berbagai pertimbangan, keputusan saya jatuh pada pilihan elective study ke Hongkong University.
Tepatnya tanggal 17 Oktober 2013 sore kita ber-15 anak berangkat. Naik pesawat A*R asia kita terbang dan transit di Kuala Lumpur Malaysia. Besok paginya baru kita melanjutkan perjalanan lagi menuju Hongkong. Tiba di Hongkong jam satu siang waktu setempat, kita mulai terpesona dengan kota metropolitan asia ini. Agak kampungan sih, karena sepanjang perjalanan dari bandara menuju flat kita kerjaannya foto foto pemandangan dan bergumam 'wooow'.
Hongkong was exactly different with Indonesia. No traffic, no air pollution, no cadger. Everything's run well. Hongkong sangat disiplin, disiplin waktu dan disiplin peraturan. Dari hal paling kecil aja udah keliatan banget bedanya. Masyarakat disana kalau ingin menyebrang jalan ya bener bener di zebra cross atau jembatan penyebrangan, dan nyebrangnya juga nunggu lampu hijau buat pejalan kaki nyala. Kalau masih merah ya ngga berani nyebrang.
Belum lagi kalau antri, ya masyarakatnya bener bener antri bikin barisan panjang. Ngga ada tuh yang ngumpul di tengah terus rebutan duluan. Ahh teratur banget. Dan satu lagi, selama di Hongkong saya amat sangat jarang sekali melihat motor seliweran di jalan bahkan hampir ngga ada kayaknya (kecuali motor delivery makanan). Makanya disini ngga pernah ada macet.
Selama kurang lebih 2 mingguan disana, saya harus mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan dari pihak kampus Hongkong University. Kebetulan saya kebagiannya di depertamen periodontologi.
Ada seru ada ngga nya sih. Serunya ya saya punya pengalaman baru gimana rasanya nyicip jadi mahasiswa disana yang di tahun kedua sudah boleh 'megang' pasien. Yaa walaupun disana juga kita tetep hanya boleh liat doang. Kita juga kenalan sama supervisor yang keren abis yaitu Dr Dominic Ho (sayang ngga punya foto beliau) si pakarnya bidang Periodontologi di HKU. Ngga enaknya? Capeeeek. Sumpah, capek. Dengan jadwal yang kebanyakan observasi di klinik, kita ngga bisa dengan mudah duduk santai. Berdiri all day long. Ngga tau deh ini kaki dapet kekuatan darimana jadi bisa kuat banget berdiri berjam jam nonstop tanpa makan minum. Dari jadwal yang mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore, kita hanya punya waktu istirahat dari jam 12 - jam 2 siang. Ontime ya, no ngaret ngaret ala orang Indonesia. Blom lagi perjalanan pulang perginya yang kurang lebih sejam, dan blom tentu juga di bus kita dapet kursi. So, perjuangan perjuangan banget lah dengan stamina selama disana.
Alhamdulillahnya, kita sih lumayan kerasan ya disana. Kerasan jalan jalannya sih, hahahaha. Tapi salah satu faktor yang bikin kita kerasan disana adalah karena kita punya mama angkat! hahaha. She's Marianb Curilan Sun, asli Philipine yang sekarang menetap di Hongkong dan kerja sebagai professional assistant di Prince Phillip Dental Hospital (PPDH). Ngga ngerti deh beliau ini semacam malaikat yang dikirimkan Allah untuk kita anak anak ingusan di Hongkong hahaha. Karena 'our mommy' ini baiknya luar biasa. Beliau non muslim, tapi pedulinya dengan kita tinggi banget. Beliau yang mencarikan kita makanan muslim yang amat sangat susah dicari karena kebanyakan disana makannya (ups sorry) B2. Beliau yang nunjukin bahkan nganterin kita belanja oleh - oleh ke pasar yang murah dan kualitasnya oke. Beliau yang di hari pertama ketemu langsung nganterin kita pulang sampai ke shuttle bus deket flat. Dan beliau yang nraktir kita semua makan di hari terakhir kita di (PPDH). How lucky we are!!
| SHE'S OUR BEST MOMMY IN HONGKONG!! |
Semoga pulang lagi ke Indonesia membawa motivasi baru untuk pengabdian profesi yang akan datang dan ilmu/pengalaman yang kita dapet jauh jauh darisana ngga menguap gitu aja dibawa angin. Semangat!!
| Welcome to Faculty of Dentistry in Hongkong University (Prince Phillip Dental Hospital) |
Jumat, 13 September 2013
Kenapa saya rindu pulang?
Dua bulan udah ngga nulis di blog ini. Dari terakhir nulis masih di Jogja sebelum mudik, dan sekarang nulis lagi udah kembali ke Jogja lagi. 2 bulan. Mungkin blog ini udah sama berdebunya dengan kamar kost saat baru tiba kemarin.
Sebenarnya bukan karna ngga ada topik buat dibahas di blog, karna kenyataannya justru sangat banyak sekali yang ingin dibahas. Saking banyaknya, saya sampai bingung sekarang ingin mulai membahas darimana.
Mudik. Semacam kata 'istimewa' untuk jenis perantau yang sering merasakan homesick seperti saya. Entahlah, 3 tahun di Jogja tidak sedikitpun mengurangi antusias saya yang luar biasa dalam menantikan mudik. Padahal temen - temen saya yang lain banyak yang memilih untuk ngga mudik karena udah merasa nyaman di Jogja. Hmmm.
Tepat tanggal 17 Juli kemarin saya mudik alias pulang ke rumah, bukan pulang ke kost. Rasanya tetap luar biasa seperti kepulangan kepulangan saya sebelumnya. Karena setiap kepulangan selalu diikuti setumpuk rindu, dibayar dengan penantian yang ditemani keringat dan airmata. Agak mendramatisir yes? Oke, intinya pulang ataupun mudik adalah moment paling ditunggu of the year lah.
Pulang kerumah membuat saya berganti rutinitas. Kalau di Jogja setiap hari kerjaannya hanya bolak balik kampus - kostan trus duduk manis di depan tv atau laptop, di Bangka (kampung halaman saya) setiap hari saya bolak balik rumah - sekolah adek - kantor ibu - LP dan ngerjain tugas tugas lainnya. Capek? Iya capek, tapi saya sangat menikmati rutinitas baru saya ini. Saya merasa lebih 'mewanitakan' diri (ngga tahu itu dapet istilah darimana, tapi semoga Vicky Prasetyo ngga merasa tersaingi dengan munculnya kata intelek baru hahaha). Masak, beres beres rumah, nganterin ini itu, dan kegiatan kegiatan lain yang memang lazimnya dilakukan wanita khusunya ibu rumah tangga banyak saya kerjakan saat pulang kemarin. Dan saat ini, di kostan, saya mulai merindukan rutinitas itu :')
Udah banyak yang saya rindukan saat ini, disamping rutinitas wajib ala ibu rumah tangga. Saya mulai rindu ngobrol ngobrol santai dengan adek dirumah, curcol curcol dengan ibu di kasur sebelum tidur, main bareng Mongji (anak kucing peliharaan baru Adek dirumah), besuk bapak trus diceramahin, malem mingguan dirumah nenek daaan moment moment lainnya. Mungkin ini yang dinamakan saya sedang dalam masa dimana terjadi 'kontroversi hati' hahaha.
Emm, untuk kali ini saya agak bingung mendeskripsikan kepulangan saya lewat tulisan saking banyaknya yang ingin saya tulis. Rasanya semua moment indah saat pulang kemarin sedang rebutan di otak saya untuk minta diceritakan. Dan pasti akan saya ceritakan, belum untuk kali ini.
Yang saya tulis saat ini hanyalah pembuka, pembuka cerita cerita saya berikutnya.
We'll meet soon.. be ready..
Sebenarnya bukan karna ngga ada topik buat dibahas di blog, karna kenyataannya justru sangat banyak sekali yang ingin dibahas. Saking banyaknya, saya sampai bingung sekarang ingin mulai membahas darimana.
Mudik. Semacam kata 'istimewa' untuk jenis perantau yang sering merasakan homesick seperti saya. Entahlah, 3 tahun di Jogja tidak sedikitpun mengurangi antusias saya yang luar biasa dalam menantikan mudik. Padahal temen - temen saya yang lain banyak yang memilih untuk ngga mudik karena udah merasa nyaman di Jogja. Hmmm.
Tepat tanggal 17 Juli kemarin saya mudik alias pulang ke rumah, bukan pulang ke kost. Rasanya tetap luar biasa seperti kepulangan kepulangan saya sebelumnya. Karena setiap kepulangan selalu diikuti setumpuk rindu, dibayar dengan penantian yang ditemani keringat dan airmata. Agak mendramatisir yes? Oke, intinya pulang ataupun mudik adalah moment paling ditunggu of the year lah.
Pulang kerumah membuat saya berganti rutinitas. Kalau di Jogja setiap hari kerjaannya hanya bolak balik kampus - kostan trus duduk manis di depan tv atau laptop, di Bangka (kampung halaman saya) setiap hari saya bolak balik rumah - sekolah adek - kantor ibu - LP dan ngerjain tugas tugas lainnya. Capek? Iya capek, tapi saya sangat menikmati rutinitas baru saya ini. Saya merasa lebih 'mewanitakan' diri (ngga tahu itu dapet istilah darimana, tapi semoga Vicky Prasetyo ngga merasa tersaingi dengan munculnya kata intelek baru hahaha). Masak, beres beres rumah, nganterin ini itu, dan kegiatan kegiatan lain yang memang lazimnya dilakukan wanita khusunya ibu rumah tangga banyak saya kerjakan saat pulang kemarin. Dan saat ini, di kostan, saya mulai merindukan rutinitas itu :')
Udah banyak yang saya rindukan saat ini, disamping rutinitas wajib ala ibu rumah tangga. Saya mulai rindu ngobrol ngobrol santai dengan adek dirumah, curcol curcol dengan ibu di kasur sebelum tidur, main bareng Mongji (anak kucing peliharaan baru Adek dirumah), besuk bapak trus diceramahin, malem mingguan dirumah nenek daaan moment moment lainnya. Mungkin ini yang dinamakan saya sedang dalam masa dimana terjadi 'kontroversi hati' hahaha.
Emm, untuk kali ini saya agak bingung mendeskripsikan kepulangan saya lewat tulisan saking banyaknya yang ingin saya tulis. Rasanya semua moment indah saat pulang kemarin sedang rebutan di otak saya untuk minta diceritakan. Dan pasti akan saya ceritakan, belum untuk kali ini.
Yang saya tulis saat ini hanyalah pembuka, pembuka cerita cerita saya berikutnya.
We'll meet soon.. be ready..
Label:
peristiwa
Jumat, 05 Juli 2013
Kosanku Istanaku..
Ada pepatah yang berbunyi 'rumahku istanaku', tapi berhubung saat ini waktu saya lebih banyak di kos ketimbang dirumah jadinya pepatah pun sedikit berkembang jadi 'kosanku istanaku'. Konsekuensi merantau sih, tinggal di kampung halaman orang, jauh dari keluarga dan rumah, kayaknya ngga perlu dijelasin ya karena semuanya udah pada tau.
Ngomong ngomong kosan, kebetulan sekali saya baru beberapa hari yang lalu pindah kosan. Sebelumnya kosan saya berada di seberang kampus (Kost Putri Angsana) yang kalau ke kampus cuma butuh waktu 5 menit naik motor. Sekarang saya pindah ke Kost Putri 26 di Jalan Sadewa Wirobrajan, Yogyakarta. yang bukan orang Jogja atau ngga tinggal di Jogja mungkin ga bakal tau juga daerahnya dimana sekalipun saya kasih alamat lengkapnya ya, tapi gapapa promosi aja. Hmmm, kost saya yang baru ini bisa dikatakan lebih jauh menuju ke kampus yaitu sekitar 15an menit naik motor (oke ga jauh jauh banget kok ternyata).
Kenapa saya pilih untuk pindah kost? Karena:
1. Kondisi kamar kost sebelumnya yang saya rasa 'kurang' dikarenakan bocor, bayangin tiap hari harus nampung air netes dari atap bikin ngga tenang mau ninggalin kamar atau sekedar buat tidur.
2. Susah sinyal. Kalau yang satu ini ampun ampunan deh nyebelinnya. Waktu masih pake bb, selama satu bulan bener bener cuma buang pulsa sia sia buat langganan karena semuanya serba pending. Kalau nerima telfon atau mau nelfon harus berdiri di depan pintu biar suara ditelfon kedengeran. Sms juga sampai berjam jam udah numpuk baru masuk. Berasa tinggal di tengah hutan atau di tengah laut.
3. Berisik. Iya, kosan lama saya berisik banget. Mulai dari anak anak kosannya yang berisik sampe tengah malem ngakak ngakak teriak teriak, trus anak penjaga kosannya yang masih umur 3 tahun yang kerjaannya setiap hari kalau ngga teriak ya nangis dan tempat mainnya persis di sebelah kamar saya. Belum lagi berisik bunyi kendaraan yang lalu lalang di ringroad depan kosan, yang kalau sudah menuju tengah malem kayaknya jadi arena balapan karena suara gas motor yang kenceng banget. Setiap mau ujian ngungsi ke kosan temen buat belajar karena kalau di kost ngga bakal bisa konsen.
4. Memasuki tahun tahun akhir perkuliahan, waktunya banyak dihabisin dijalan buat ngurus KTI. Belum lagi kalau musim bimbingan KTI yang selalu pulang malem dari AMC karena nunggin dosbingnya, mau pulang ke kosan itu sedikit ketar ketir juga. Lewat ringroad waswas banyak anak punk jalanan di perempatan ringroad, lewat jalan kampung juga ngeri karena kiri kanan hutan dan sawah. Yah memasuki malam hari ngga tau kenapa sebisa mungkin saya menghindari keluar kosan sendirian. Takut.
Jadi setelah mengumpulkan beberapa alasan tersebut akhirnya saya mengajukan rencana kepindahan saya itu sama orangtua. Sebenarnya dadakan sih, karena tadinya niat pindah kost kalau udah masuk coass aja trus nyari kost yang dekat dari RSGMP nya, karena saya nempatin kost lama itu sebenarnya baru satu tahun. Cuma seperti setan lagi lewat gitu ya, tiba tiba aja kepikiran untuk pindah kostnya dimajuin jadi sekarang. Dengan berbagai pertimbangan juga akhirnya ibu ngizinin buat pindah kost dan nyuruh cari kost yang sekalian dekat RSGMP nya biar besok ngga pindah pindah lagi.
Perburuan pun dimulai, kurang dari sebulan sebelum kontrak dengan kost lama habis kerjaan saya hampir setiap hari cuma keliling nyari kosan. Masuk gang ini, keluar gang itu, berhenti sana sini nanya kost putri ke warga, sampe diliatin trus sama warganya dikirain mau ngapain ini anak kerjaannya cuma bolak balik trus kayak anak ayam kehilangan induk. Sayangnya hasil dari bolak balik itu ngga ada, alias nihil. Kosan di daerah RSGMP udah penuh semua, giliran ada yang kosong tapi ngga sreg, giliran ada yang kosong dan sreg eh yang punya kosan ngga bolehin karena saya bawa kulkas. -_-
Sampai satu minggu sebelum deadline kontrak kosan lama habis, saya masih belum nemuin kosan yang bakal saya tuju buat pindah. Tapi niat buat pindah udah keukeuh banget. Pokoknya harus pindah apapun yang terjadi! Ada dua pilihan kosan yang bakal dituju; Yang pertama, di daerah Tegalmulyo yang lebih jauh lagi dari kampus karena udah arah ke kota. Kamarnya gede banget, kamar mandi dalam, harganya bisa dibilang murah untuk kosan cewe di daerah itu, tapi yang ngekos disitu rata rata udah pada kerja semua. Yang kedua, di kosan temen saya daerah belakang SMA Muhammadiyah 3. Kamarnya lebih kecil dari pilihan pertama tapi cukup buat barang barang saya, tempatnya enak dan adem, murah juga, tapi kamar yang kosong tinggal kamar dengan kamar mandi luar.
Yang saya utamakan untuk memilih kosan itu ntah kenapa saya ingin kamar dengan kamar mandi dalam. Makanya saya lebih menekankan untuk memilih pilihan pertama. Untuk meyakinkan, saya membawa ibu saya yang kebetulan kemarin sedang ke Jogja dengan adek dalam rangka tugas dinas sekalian nemenin adek liburan sekolah. Begitu sampai ke kosan yang dituju dengan berbagai pertimbangan (lagi) ibu saya mengeluarkan statement 'ngga setuju', karena lingkungan kost yang menurut ibu saya ngga baik untuk saya. Terlalu dewasa dan mainstream kali ya untuk anak kuliahan seperti saya yang nantinya akan jadi anak bawang. Oke, akhirnya dengan sedikit terpaksa saya mengiyakan pilihan kedua. Karena yang masih di benak saya cuma pengen kamar dengan kamar mandi dalam.
Besoknya, dua hari sebelum kontrak dengan kost lama habis, saya dan ibu berangkat lagi ke kosan pilihan kedua, dan ternyataaa pas banget saat saya datang itu ada anak yang sedang pindahan kost. Daaan kamarnya itu kamar mandi dalam. Hahahaha, emang rejeki kali ya. Tanpa banyak pertimbangan lagi, saya dan ibu langsung mengiyakan dan langsung bayar DP kamar saat itu juga.
Besoknya saya langsung pindahan kosan, dan baru nyadar kalau barang saya di kamar ternyata banyak banget. Sampai sampai ngga cukup sekali angkut dengan mobil jasa angkut. Untungnya pas pindahan banyak yang bantuin. Ada ibu, adek, pacar, sama temen satu lagi (Tungau). Ngos ngosan pake banget sih pindahan kost, apalagi kalau barangnya banyak dan kamarnya diatas paling ujung! Kasian banget yang ngangkut barang :(
Finally, saya rasa kosan yang sekarang cukup menyenangkan. Tempatnya cozy, ngga berisik, walaupun diatas dan dipojok tapi ngga terasing banget karena anak anak kamar sebelah cukup friendly. FYI, di lorong kamar saya ternyata yang paling tua ya saya. Anak anak kamar lain ada yang masih semester awal, dan bahkan ada dua anak yang baru masuk SMA. Berasa tuaaa.
Intinya nyari kosan itu gampang gampang susah. Sama seperti nyari baju, walaupun keliatannya bagus dari penampilan tapi kalau saat dipake ngga nyaman di badan ya jadinya percuma. Kalau mau nyari ya bener bener yang enak diliat enak dipakai juga.
Boleh dong sharing foto - foto kosan baru. Syalalala..
Boleh dong sharing foto - foto kosan baru. Syalalala..
Ini dia penampakan dari luar kamar saya yang baru
Pemandangan begitu buka pintu kamar ya kayak begini ini,
berhubung kamar saya berada di lantai atas.
Anginnya sejuk, sinar cukup, dan bisa duduk duduk santai sambil gosip, hihihi
Nah sekilas seperti inilah keadaan kamar saya yang baru.
Untuk ukuran saya, keadaan kamar seperti ini sudah termasuk rapi loh. Hahaha
Label:
peristiwa
Jumat, 21 Juni 2013
'The Greatest' Baksos KG
Tepat tanggal 16 Juni 2013 (sudah lewat beberapa hari yang lalu) bertempat di Panti Asuhan Yatim Ustman bin Affan Ngluwar Magelang, anak anak KG UMY angkatan 2010 mengadakan Bakti Sosial Medis. Baksos ini memang merupakan agenda kegiatan rutin pada anak KG UMY di angkatan ketiga. Tahun ini, angkatan sayalah yang dengan berbangga hati mendapatkan kesempatan itu.
Dengan jumlah panitia yang mengambil keseluruhan anak di angkatan 2010 yaitu sebanyak 105 orang, kegiatan sosial satu ini sudah bisa dibayangkan bagaimana ruwetnya. Bukan ruwet yang di dalam benak tidak teratur, tetapi ruwet menyatukan persepsi 105 kepala dengan sifat yang berbeda beda untuk tujuan yang sama. Disetiap populasi pasti ada anak yang sedikit ngga bisa diatur, males, manja, rajin, bersemangat atau yang lainnya. Begitu juga dengan kita yang panitianya bejibun.
Saya kebetulan dipilih untuk masuk ke divisi pengobatan yang memang dituntut untuk kerja ekstra dalam hal ini. Dan tugas saya adalah sebagai asisten operator. Dari awal dikasih tugas ini sudah kebayang gimana capeknya nanti saat hari H menjadi asisten yang harus melayani operator dari awal sampai akhir. Kebetulan saya juga bergabung dalam Dental Club kampus yang kerjaannya juga sama sebagai asisten operator yaitu mas mas dan mba mba Dental Rescue setiap ada event baksos. Berbekal pengalaman bergabung di DC dan beberapa kali menjadi asisten pada baksos, saya sudah tau gimana capeknya dengan tugas tersebut. Seharian berdiri, menunduk buat nyenterin operator, nyiapin bahan ini itu, ngambil alat, nyatet resep, ooohh complicated. Iya kalau kasus ringan seperti nambal gigi, ngga terlalu capek karna tindakannya ngga lama. Tapi kalau kasus ekstraksi (cabut) dan giginya susah diekstraksi, lama tindakannya yang bikin pegel kaki dan tangan karna harus berdiri trus sambil siap sedia megangin alat. Belom lagi kalau pasiennya banyak.
Balik lagi ke acara saya, anak anak divisi pengobatan dan panitia cowok diharuskan menginap sejak sehari sebelum acara yaitu hari Sabtu tgl 15 Juni di lokasi, karena panitia dan pihak masyarakat setempat akan mengadakan acara pengajian di malam harinya. Nambah lagi pengalaman saya, malem mingguan di kampung dengan agenda kegiatan pengajian dengan masyarakatnya. Hahaha. Kita berangkat dari Jogja sabtu siang dengan keadaan cuaca yang hujan deras (untungnya nebeng mobil temen), sempat kejebak macet kecil dan sempat nyasar juga akhirnya kita sampai ke lokasi ba'da ashar. Sampai di lokasi ternyata memang agak pelosok dan kurang terjamah dari perkotaan. Bertemu dengan anak anak panti yang ngga sedikit yang masih kecil kecil, rasanya kayak mmm sedih dan kasihan. Bersyukur saya masih memiliki orangtua lengkap dan disekolahkan dengan didukung fasilitas yang cukup, berbeda dengan keadaan di panti.
Kita (panitia yang menginap) tidur diruangan kelas panti asuhan dengan hanya beralas tikar dan berbantal tas masing masing. Tapi saya sih ngga terlalu memusingkan hal itu, bukan tipe yang ribet kalau mau tidur atau menginap. Dimana aja yang penting bisa tidur. Kamar mandi hanya tiga dan yang mandi banyak, alhasil ngantri sesama panitia dari jam 3 pagi cuma buat mandi dengan mata setengah melek karena baru tidur jam 1an.
Hari H, jam setengah 6 pagi rombongan panitia lain yang ngga menginap di lokasi datang dengan dua bis gede. Wow, udah kayak jemaah haji. Beres beres itu ini buat persiapan acara sebentar dan jam 8 acara dimulai. Antusias masyarakat sekitar ngga disangka sangka ternyata besar banget. Mulai dari anak anak sampai mbah mbah semuanya pagi pagi sudah datang rame rame. Ngga heran sih sebenarnya, karena satu malam sebelumnya saat acara pengajian aja antusiasnya udah tinggi banget. Yang datang pengajian banyak banget, salut sama warganya!!
ngeksis di pengajian warga dulu ^_^
Rangkaian acara mulai dari penyuluhan dan lomba buat anak anak, kaderisasi kesehatan untuk ibu ibu, pemeriksaan kesehatan umum dan gigi gratis, pembagian sembako, sampai bazaar pakaian murah benar benar disambut antusias warga. Panitia sampai sedikit kewalahan mengahadapi warga yang membludak. Ngga ada tuh panitia yang bisa leyeh leyeh santai sekalipun anak yang terkenal males, manja, bolosan atau ngga pernah ikut rapat. Di hari H, semuanya kerja. Bayangin aja, jumlah pasien gigi dalam 1 hari itu (dari jam 8 sampai setengah 4 sore) mencapai 551 orang. Rekor!!! Yang kita kira awalnya warga ngga terlalu interest sama acara ini ternyata malah diluar ekspektasi. Ngga ada tuh warga yang takut mau dicabut gigi atau ketemu dokter gigi. Makanya begitu pulang operator sama asisten langsung encok pinggang mengahadapi pasien yang seabrek abrek, hahaha.
jadi asisten ngga kalah capek sama operator. semangat terooos!
Alhamdulillah, niat baik untuk orang banyak yang kita bawa disambut dengan baik juga. Meskipun capek, tapi rasanya semua terbayar saat melihat warga tertawa bahagia, saat melihat bagaimana kompaknya kita seangkatan yang orangnya ngga sedikit. Sebuah pengabdian kecil di masyarakat, dan saya banyak belajar dari hal tersebut. Belajar mensyukuri keadaan saya sekarang, belajar berempati, belajar berbagi, belajar bekerjasama dan masih banyak lagi. Mudah mudahan bakti dan pengabdian kita tidak hanya sampai disini saja teman teman. Ini awal pengabdian dan teruskanlah pengabdian pengabdian selanjutnya..
Bazaar baju murah diserbuuu
riweuh dimana mana
Liat antusias anak anak ini rasanya capek hilang loh, beneran :')
foto bareng panitia dan pengurus panti setelah acara selesai
note:
Alhamdulillah tulisan liputan tentang Baksos ini juga dipublish di majalah Caninus PSMKGI edisi Juni 2013. Yang mau baca silahkan disini: http://issuu.com/komisi_d_psmkgi/docs/caninus_2nd_ed_june_2013
Langganan:
Postingan (Atom)















